Senin, 22 Januari 2018

SHOLIHAH- Hijab Simbol Kemuliaan Wanita


HIJAB SIMBOL KEMULIAAN WANITA.


Abuya Sayyid Muhammad Alawi dalam “Adabul Islam fi Nidzhamil Usrah” menyatakan bahwa anugerah terbesar yang dipersembahkan Islam kepada para wanita adalah perintah kepada mereka untuk mengenakan hijab syar’i (Pakaian yang menutupi seluruh aurat wanita). Hijab akan melindungi kehormatan mereka sebagai wanita, menjauhkan mereka dari tindak pelecehan seksual dan menempatkan mereka dalam benteng kesucian tertinggi. Inilah beberapa faktor positif dibalik perintah Islam kepada mereka untuk mengenakan hijab syar’i. Hijab sama sekali tidak memiliki korelasi dengan kemunduran suatu bangsa. Hijab tidak membuat mereka mengidap penyakit. Tidak pernah terjadi pasukan muslim kalah perang dari musuh-musuh mereka akibat para wanita mereka mengenakan hijab.  Hijab juga tidak mematikan kreativitas akal atau daya nalar. Hijab tidak menghentikan sumber pendapatan dan ekonomi.  Justru hijab adalah perhiasan yang memberikan rasa malu dan wibawa kepada mereka. Kalau hijab dianggap menjadi faktor kemunduran maka kemunduran tersebut adalah kemunduran positif yaitu kemunduran dari peradaban orang-orang bodoh dan kemerosotan moral orang-orang  fasiq.
Etika yang diajarkan Islam kepada para wanita ini diakui oleh sebagian sarjana barat yang memiliki pandangan obyektif. Mereka mengatakan bahwa dalam kacamata Islam hijab bukan berarti merenggut  kepercayaan dari tangan mereka, namun hijab adalah sarana untuk memelihara kehormatan dan kesucian mereka.  
Demikianlah tujuan Islam menetapkan aturan hijab kepada wanita. Bukan sebagaimana anggapan kalangan tertentu yang memandang hijab sebagai bukti ketidaksetaraan laki-laki dan wanita, penghinaan terhadap wanita atau pengekangan terhadap kebebasan mereka.
Justru hijab, menurut Al Buthy dalam “Al Mar’ah baina Thughyanin Nidhzam Algharbiy wa lathaifit tasyri’ Arrabbani”, adalah faktor yang membuat wanita bisa bersama-sama kaum lelaki berpartisipasi dalam segala sektor kehidupan. Karena dengan mengenakan hijab wanita akan dipandang oleh laki-laki sebagai manusia yang memilki kapasitas bukan dipandang sebagai lawan jenis yang bisa dieksploitasi sisi kewanitaannya. Berbeda jika wanita tampil tanpa mengenakan hijab dengan menonjolkan daya tarik kewanitaannya maka akan sulit bagi para lelaki untuk tidak tergoda mengeksploitasi sisi kewanitaanya. Hal ini lah yang akan menghambat perempuan dalam mengembangkan sumber daya yang mereka miliki semaksimal mungkin.
Hijab memang tidak secara otomatis membuat wanita berada dalam level moralitas yang tinggi. Dengan bukti banyak wanita berhijab yang tidak memiliki budi pekerti luhur. Karena untuk mencapai taraf ini dibutuhkan pendidikan etika yang berkelanjutan. Sesungguhnya hijab disyari’atkan untuk menjauhkan wanita dari pandangan laki-laki yang bisa saja tergoda melakukan kejahatan ketika memandang wanita dalam kondisi tidak berhijab. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Ahzab : 39 Allah yang artinya :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)
59. Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa hijab disyari’atkan untuk menyembunyikan daya tarik seksual wanita dari pandangan laki-laki sehingga mereka aman dari gangguan para lelaki. Dengan hijab tersebut para lelaki akan menganggap mereka sebagai partner dalam aktivitas pengabdian kepada masyarakat  sepanjang sektor yang mempertemukan lelaki dan wanita adalah sektor kemasyarakatan yang membutuhkan partisipasi seluruh warga dalam membangun masyarakat dan pilar-pilar peradabannya.
Para lelaki yang mengecam hijab syar’I dan mendorong wanita bebas mengenakan pakaian terbuka sesuai seleranya  tanpa rasa malu sesungguhnya bukan sedang berjuang untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat, membebaskan dari belenggu keterbelakangan atau mendorong menjadi bangsa yang maju. Mereka sesungguhnya ingin memuaskan egoisme mereka mengeksploitasi wanita untuk kepentingan mereka sendiri bukan untuk kebaikan masyarakat atau wanita itu sendiri.   

Demikianlah pandangan-pandangan Abuya dan Al Buthy menyangkut hijab sebagai salah satu upaya membangun masyarakat muslim yang bersih dan bermoral yang mustahil bisa terealisir tanpa membentuk para wanita muslimah menjadi wanita shalihah yang cinta Allah dan Rasulullah dan yang tidak mudah terseret gaya hidup dan pola pikir para wanita yang telah menjadi agen pengembangan tradisi jahiliyyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contact Person Pendaftaran

Contac Person Pendaftaran Tahun 2019/2020 Untuk lebih lengkap Kunjungi link    http://www.ponpesalkhairiyah.com/