Kajian Jami' Shogir, Jalsah Ahad Oleh Habib Miqdad Baharun
"اِنَّ النَّاسَ لَمْ يُعْطُوا شَيْئًا خَيْرًا مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ"
“Sesungguhnya manusia tidaklah diberi
sesuatu yang
lebih baik dari perangai
baik”
Perangai yang baik dapat mengangkat
seseorang mencapai derajat
orang-orang sholeh baik di dunia atau di akhirat. Imam al-Gghazali berkata, “Tidak ada jalan menuju
kebahagiaan akhirat
kecuali iman dan perangai yang baik, manusia tidak
akan mendapat apa-apa kecuali yang sudah diusahakannya. Dan di akhirat, seseorang
tidak akan mendapat apa-apa kecuali apa yang mereka telah siapkan dari dunia.
Bekal untuk akhirat yang lebih afdhol setelah
iman adalah perangai yang baik. Dengan sifat tersebut pula seseorang akan
mendapat kebaikan dunia dan akhirat”.
Sebagian ahli hikmah berkata : “orang yang baik perangainya adalah ketenangan bagi
dirinya sendiri, dan masyarakat sekitarnya tidak akan merasa terganggu.
Sebaliknya orang yang perangainya buruk, jiwanya berada dalam keadaan tertekan
dan orang-orang yang disekitarnya akan merasa terganggu”.
Sebagian ahli hikmah berkata, “pergaulilah keluargamu dengan akhlak yang
baik. Orang yang berperangai baik akan
banyak memiliki teman dan sedikit musuh. Karenanya akan
mudah mengatasi kesulitan dan akan banyak yang memberikan. Begitu juga hati orang yang membencinya akan luluh dibuatnya”.
Sebagian ahli hikmah berkata, “dalam keluasan budi pekerti terdapat simpanan
rezeki”. Imam al-Mawardi berkata : “perangai yang baik itu memiliki beberapa
tanda :
- wataknya baik
- tawadhu
- murah
senyum
- tidak
mudah marah
- tutur
katanya baik
(faidul qadir. Hal : 508 cetakan DKI)
إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ مَجْبَنَةٌ
Sesungguhnya anak itu tempat kepelitan dan
kekhawatiran
Seorang
anak dapat menjerumuskan kedua orang tuanya kepada sifat pelit dan mengajak
mereka berdua sampai pelit dengan hartanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar