Kisah ashabul kahfi :
Singkat
cerita, kebejatan moral dan pembangkangan bani israil semakin menjadi-jadi,
perbuatan dosa dimana-mana, hingga mereka menjadikan tuhan selain Allah SWT
dengan cara menyembah berhala.
Pada
zaman dahulu di Negara Romawi terdapat seorang raja yang bernama Dikyanus, ia
tidak beriman kepada Allah SWT dan menyembah berhala juga menyeru rakyatnya
untuk mengikutinya. Ia tidak segan-segan membunuh orang yang tidak turut akan
perintahnya.
Suatu
hari ia melintasi kota dimana ashabul kahfi tinggal, Kota itu bernama afsus,
dikalangan bangsa arab kota tersebut dikenal dengan nama Tharsus. Raja dikyanus
mensweeping seluruh kota dan memberikan instruksi agar orang-orang yang beriman
dikumpulkan. Setelah mereka kumpul raja memerintahkan agar mereka menyembah
berhala.
Para
pemuda Ashabul Kahfi mendengar berita ini yang membuat mereka sangat bersedih,
mereka tergolong dari kalangan bangsawan di Negara Romawi, jumlah mereka
delapan orang, mereka menganut agama yang di bawa oleh nabi Isa AS. Akhirnya
sang raja mendengar informasi tentang mereka, merekapun di panggil oleh raja
lalu ia memberikan pilihan kepada mereka, ikut agama raja atau kalau tidak
mereka akan dibunuh. Salah sesorang yang dituakan diantara mereka mejawab :
“Kami memilki tuhan yang keagungan Nya meliputi seluruh langit dan bumi,
selamanya kami tidak akan pernah menyembah selain Nya, lakukan sesuka hatimu
apapunyang kau mau terhadap kami.” Dikyanus marah dan berkata : “Aku akan
menghukum dan menyiksa kalian, tidak seorangpun yang dapat menghalangiku,
tetapi, karena kalian masih muda aku akan membiarkan kalian hingga kalian
sadar.”
Setelah
itu dikyanus melakukan perjalanan untuk suatu urusan. Para pemuda itu sepakat
untuk kabur dan pergi ke gunung yanjalus yang disana terdapat goa. Di tengah
perjalanan mereka menjumpai seekor anjing, lalu anjing itu mengikuti mereka, mereka mengusir anjing tersebut tetapi
ia kembali mengikuti mereka hingga berulang kali. Anjing tersebut berkata :
“Aku mencintai orang-orang yang mencintai Allah SWT, perkenankanlah aku ikut
bersama kalian, jika telah sampai silahkan kalian tidur, aku akan menjaga
kalian.” Akhirnya anjing itu di perbolehkan ikut bersama mereka.
Ketika sampai mereka langsung masuk ke goa dan
menyibukkan diri mereka dengan dzikir, shalat, puasa dan yang lain. Mereka
mempercayakan keuangan mereka kepada salah seorang diantara mereka yang bernama
Tamlikha, ialah yang bertugas belanja dan mencari informasi yang ada di kota.
Ketika mendapat informasi bahwa dikyanus telah kembali dali perjalanannya
mereka merasa takut dan mulai memperbanyak dzikir dan doa aga mereka dilindungi
darinya.
Tatkala mereka hanyut dam doa dan dzikir mereka Allah menidurkan mereka
berikut anjing yang ikut bersama mereka. Dikyanus kehikangan mereka, iapun
mencari dan akhirnya menemukan mereka. Tetapi ketika berada di mulut goa ia
bingung apa yang akan ia lakukan terhadap mereka. Ia mempunyai inisiatif untuk
menutup goa dengan suatu bangunan agar mereka tidak dapat keluar seraya berkata
: “Biarkan mereka mati kelaparaan dan kehausan di dalam sana !” ia menyangka
bahwa mereka masih dalam keadaan terjaga.
Kemudian, dua lelaki mukmin yang tinggal di istana dan telah lama
menyembunyikan keimanan mereka mulai menulis kisah tentang para pemuda itu,
mereka menulis kapan ketiadaan mereka, jumlah, nasab, dan agama mereka, lalu ia
letakkan pada sebuah kotak yang ia letakkan di dalam bangunan yang digunakan
untuk menutup goa, ia berkata : “semoga Allah memunculkan sekelompok orang
mukmin sebelum terjadinya kiamat, agar mereka tahu tentang para pemuda itu dari
tulisan ini.”
Raja Dikyanus mati, dan berlalulah beberapa generasi hingga kota tersebut
di kuasai seorang yang shalih yang bernama pitrus. Ketika manusia ada yang
beriman kepadanya dan ada pula yang menentangnya ia berdo'a kepada Allah :
"Ya Allah, engkau lebih mengetahui tentang apa yang terjadi sekarang ini,
berikanlah sebuah bukti yang menjelaskan kepada mereka tentang adanya hari
kiamat dan hari kebangkitan."
Allah SWT menggerakkan hati
salah seorang penduduk daerah itu untuk merobohkan dan menghancurkan bangunan
yang di gunakan untuk menutupi goa. Ketika goa terbuka ia mendapati mereka
dalam keadaan seperti tidak terjadi apapun, Allah menjaga jasad mereka tetap
utuh dengan cara membolak-bailkkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri sehingga
tanah tidak dapat menghancurkan jasad mereka. Ada yang mengatakan bahwa Allah
membalikkan tubuh mereka setahun sekali yaitu di hari 'Asyura', ada yang
berpendapat dua kali. Yang membalikkan ytubuh mereka adalah Allah SWT, ada yang
mengatakan malaikat yang di utus oleh Allah.
Orang-orang
berkata : "Wahai manusia, mungkin ini adalah bukti yang dikirim oleh Allah
SWT." Lalu mereka mengutus dua orang terkemuka di daerah tersebut untuk
menuju goa, merekapun menemukan sebuah kotak pada reruntuhan bangunan itu.
Ketika mereka membuka dan membaca surat yang terdapat di dalamnya mereka merasa
heran dan takjub. Seketika mereka menyampaikan berita itu kepada raja Pitrus.
Ia pun mendatangi para pemuda yang berada di goa.
Terjadilah
dialog antara mereka. Setelah itu Allah SWT mematikan mereka (selama tiga ratus
tahun menurut hitungan Syamsiyah, tiga ratus lebih Sembilan tahun munurut
hitungan Qamariyah), pitrus memerintahkan agar masing-masing dari pemuda itu di
kubur di peti yang terbuat dari perak, ketika pitrus tertidur ia di datangi
oleh para pemuda itu dalam tidurnya, mereka berkata : "kami tidak tercipta
dari emas ataupun perak, tetapi kami tercipta dari tanah dan kita akan kembali
ke tanah, maka biarkan kami berada di goa itu. Akhirnya mereka dikembalikan ke goa.
Nama-nama Ashabul Kahfi :
1. Mukaslamina
2. Tamlikha
3. Martunus
4. Nainus
5. Sarwilus
6. Dunuwanis
7. Valestatiunus
8. Seekor anjing (Qithmir).
Sebagian
ulama' berkata : "Ajarilah putra putri kalian nama-nama Ashabul Kahfi,
karena jika nama tersebeut di tulis di pintu rumah niscaya rumah itu aman dari
kebakaran, jika di letakkan pada barang-barang maka aman dari pencurian.
Ibn
'Abbas berkata : "Diantara keistimewaan nama Ashabul kahfi adalah ia
memiliki Sembilan manfaat :
1. agar permohonan di kabulkan.
2. pelarian diri.
3. Meredakan api (nama itu di tulis di kain
lalu di lemparkan ke tengah api yang berkobar, maka dengan izin Allah api itu akan padam).
4. Mendiamkan anak yang menangis,
menyembuhkan demamnya.
5. Pusing ( caranya : nama tersebeut
diikatkan pada lengan sebelah kanan).
6. Berkendara di daratan maupun di lautan.
7. Menjagaharta.
8. Mencerdaskan otak.
9. Ampunan bagi para pelaku dosa.
(posted By ORSAL AL KHAIRIYAH)
(posted By ORSAL AL KHAIRIYAH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar