SEKILAS
TENTANG JENAZAH IBNU TAIMIYAH
Dan
Kondisi Para Pengikut, Murid Dan Pecintanya Dihari Kewafatan Beliau Dan Tatkala
Keranda Beliau Digotong Keluar Dan Setelah Proses Pemakaman Dan Setelahnya
Murid beliau (ibn taimiyah)
yaitu al hafidz ibnu katsir berkata dalam kutupan beliau dari salah satu murid
ibnu taimiyah yang lain yaitu Ilmuddin Al-Barzali dalam kitab tarikhnya :
“Dan segolongan orang duduk mengerumuninya (jenazah ) sebelum proses
pemandian dilakukan. Mereka membaca al-qur’an dan mengambil barokah dengan
melihat jenazah beliau dan menciumnya, Kemudian mereka semua pergi, setelah itu
golongan kaum wanita datang dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan
kaum pria, dan merekapun pergi.
Kemudian di gotong keranda
beliau untuk disholati, maka tempat itupun semaki tambah sempit dan suara isak
tangis dan ratapan semakin menjadi. Pujian dan do’a bagi beliau terdengar dari
suara-suara tersebut, orang-orang melemparkan sapu tangan, sorban dan kain-kaun
kearah keranda beliau, sandal-sandal, bakiak semua lepas dari kaki mereka dan,
sapu tangan sorbanpun berjatuhan tapi mereka tidak sedikitpun menghiraukan
semua itu karena fokusnya pandangan mereka ke arah jenazah
beliau...........sampai ucapan beliau (ibnu katsir) : setelah jenazah selesai
disholatkan, maka dibawalah jenazah beliau menuju pemakaman para sufi.
Banyak dari kalangan wanita yang
hadir, jika di kira-kirakan sekitar 15000 orang . adapun kaum pria sekitar 60
sampai 100 ribu , sampai bahkan 200.000 orang diantara mereka ada yang meminum air bekas
beliau dimandikan , ada lagi yang membagi daun bidara yang digunakan ketika
proses pemandian beliau, dan bahkan kain yang dicampur air raksa yang
dikalungkan pada leher beliau (untuk menghilangkan penyakit kutu) dijual dengan
harga 150 dirham, ada juga yang mengatakan sonkok yang beliau kenakan di beli
seharga 500 dirham.
Dan banyak sekali tangisan dan
ratapan terhadap jenazah beliau , dan orang-orang silih berganti menziarahi
makam beliau dan menginap di sana, banyak orang bermimpi indah tentang beliau ,
dan sebagian orang ada yang meratapi beliau guban-gibahan syair”
Referensi: (
Kitab “Bidayah Wa Nihayah” karya Al-Hafidz Ibnu Katsir jilid XIV/ hal. 141-142.
Darul kutub ilmiyah,beirut,1407H/1987M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar