Senin, 22 Januari 2018

SHOLIHAH- Hijab Simbol Kemuliaan Wanita


HIJAB SIMBOL KEMULIAAN WANITA.


Abuya Sayyid Muhammad Alawi dalam “Adabul Islam fi Nidzhamil Usrah” menyatakan bahwa anugerah terbesar yang dipersembahkan Islam kepada para wanita adalah perintah kepada mereka untuk mengenakan hijab syar’i (Pakaian yang menutupi seluruh aurat wanita). Hijab akan melindungi kehormatan mereka sebagai wanita, menjauhkan mereka dari tindak pelecehan seksual dan menempatkan mereka dalam benteng kesucian tertinggi. Inilah beberapa faktor positif dibalik perintah Islam kepada mereka untuk mengenakan hijab syar’i. Hijab sama sekali tidak memiliki korelasi dengan kemunduran suatu bangsa. Hijab tidak membuat mereka mengidap penyakit. Tidak pernah terjadi pasukan muslim kalah perang dari musuh-musuh mereka akibat para wanita mereka mengenakan hijab.  Hijab juga tidak mematikan kreativitas akal atau daya nalar. Hijab tidak menghentikan sumber pendapatan dan ekonomi.  Justru hijab adalah perhiasan yang memberikan rasa malu dan wibawa kepada mereka. Kalau hijab dianggap menjadi faktor kemunduran maka kemunduran tersebut adalah kemunduran positif yaitu kemunduran dari peradaban orang-orang bodoh dan kemerosotan moral orang-orang  fasiq.
Etika yang diajarkan Islam kepada para wanita ini diakui oleh sebagian sarjana barat yang memiliki pandangan obyektif. Mereka mengatakan bahwa dalam kacamata Islam hijab bukan berarti merenggut  kepercayaan dari tangan mereka, namun hijab adalah sarana untuk memelihara kehormatan dan kesucian mereka.  
Demikianlah tujuan Islam menetapkan aturan hijab kepada wanita. Bukan sebagaimana anggapan kalangan tertentu yang memandang hijab sebagai bukti ketidaksetaraan laki-laki dan wanita, penghinaan terhadap wanita atau pengekangan terhadap kebebasan mereka.
Justru hijab, menurut Al Buthy dalam “Al Mar’ah baina Thughyanin Nidhzam Algharbiy wa lathaifit tasyri’ Arrabbani”, adalah faktor yang membuat wanita bisa bersama-sama kaum lelaki berpartisipasi dalam segala sektor kehidupan. Karena dengan mengenakan hijab wanita akan dipandang oleh laki-laki sebagai manusia yang memilki kapasitas bukan dipandang sebagai lawan jenis yang bisa dieksploitasi sisi kewanitaannya. Berbeda jika wanita tampil tanpa mengenakan hijab dengan menonjolkan daya tarik kewanitaannya maka akan sulit bagi para lelaki untuk tidak tergoda mengeksploitasi sisi kewanitaanya. Hal ini lah yang akan menghambat perempuan dalam mengembangkan sumber daya yang mereka miliki semaksimal mungkin.
Hijab memang tidak secara otomatis membuat wanita berada dalam level moralitas yang tinggi. Dengan bukti banyak wanita berhijab yang tidak memiliki budi pekerti luhur. Karena untuk mencapai taraf ini dibutuhkan pendidikan etika yang berkelanjutan. Sesungguhnya hijab disyari’atkan untuk menjauhkan wanita dari pandangan laki-laki yang bisa saja tergoda melakukan kejahatan ketika memandang wanita dalam kondisi tidak berhijab. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Ahzab : 39 Allah yang artinya :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)
59. Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa hijab disyari’atkan untuk menyembunyikan daya tarik seksual wanita dari pandangan laki-laki sehingga mereka aman dari gangguan para lelaki. Dengan hijab tersebut para lelaki akan menganggap mereka sebagai partner dalam aktivitas pengabdian kepada masyarakat  sepanjang sektor yang mempertemukan lelaki dan wanita adalah sektor kemasyarakatan yang membutuhkan partisipasi seluruh warga dalam membangun masyarakat dan pilar-pilar peradabannya.
Para lelaki yang mengecam hijab syar’I dan mendorong wanita bebas mengenakan pakaian terbuka sesuai seleranya  tanpa rasa malu sesungguhnya bukan sedang berjuang untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat, membebaskan dari belenggu keterbelakangan atau mendorong menjadi bangsa yang maju. Mereka sesungguhnya ingin memuaskan egoisme mereka mengeksploitasi wanita untuk kepentingan mereka sendiri bukan untuk kebaikan masyarakat atau wanita itu sendiri.   

Demikianlah pandangan-pandangan Abuya dan Al Buthy menyangkut hijab sebagai salah satu upaya membangun masyarakat muslim yang bersih dan bermoral yang mustahil bisa terealisir tanpa membentuk para wanita muslimah menjadi wanita shalihah yang cinta Allah dan Rasulullah dan yang tidak mudah terseret gaya hidup dan pola pikir para wanita yang telah menjadi agen pengembangan tradisi jahiliyyah.

Jumat, 12 Januari 2018

Kisah Ashabul Kahfi

Kisah ashabul kahfi :
                Singkat cerita, kebejatan moral dan pembangkangan bani israil semakin menjadi-jadi, perbuatan dosa dimana-mana, hingga mereka menjadikan tuhan selain Allah SWT dengan cara menyembah berhala.
                Pada zaman dahulu di Negara Romawi terdapat seorang raja yang bernama Dikyanus, ia tidak beriman kepada Allah SWT dan menyembah berhala juga menyeru rakyatnya untuk mengikutinya. Ia tidak segan-segan membunuh orang yang tidak turut akan perintahnya.
                Suatu hari ia melintasi kota dimana ashabul kahfi tinggal, Kota itu bernama afsus, dikalangan bangsa arab kota tersebut dikenal dengan nama Tharsus. Raja dikyanus mensweeping seluruh kota dan memberikan instruksi agar orang-orang yang beriman dikumpulkan. Setelah mereka kumpul raja memerintahkan agar mereka menyembah berhala.
                Para pemuda Ashabul Kahfi mendengar berita ini yang membuat mereka sangat bersedih, mereka tergolong dari kalangan bangsawan di Negara Romawi, jumlah mereka delapan orang, mereka menganut agama yang di bawa oleh nabi Isa AS. Akhirnya sang raja mendengar informasi tentang mereka, merekapun di panggil oleh raja lalu ia memberikan pilihan kepada mereka, ikut agama raja atau kalau tidak mereka akan dibunuh. Salah sesorang yang dituakan diantara mereka mejawab : “Kami memilki tuhan yang keagungan Nya meliputi seluruh langit dan bumi, selamanya kami tidak akan pernah menyembah selain Nya, lakukan sesuka hatimu apapunyang kau mau terhadap kami.” Dikyanus marah dan berkata : “Aku akan menghukum dan menyiksa kalian, tidak seorangpun yang dapat menghalangiku, tetapi, karena kalian masih muda aku akan membiarkan kalian hingga kalian sadar.”
                Setelah itu dikyanus melakukan perjalanan untuk suatu urusan. Para pemuda itu sepakat untuk kabur dan pergi ke gunung yanjalus yang disana terdapat goa. Di tengah perjalanan mereka menjumpai seekor anjing, lalu anjing itu mengikuti mereka, mereka mengusir anjing tersebut tetapi ia kembali mengikuti mereka hingga berulang kali. Anjing tersebut berkata : “Aku mencintai orang-orang yang mencintai Allah SWT, perkenankanlah aku ikut bersama kalian, jika telah sampai silahkan kalian tidur, aku akan menjaga kalian.” Akhirnya anjing itu di perbolehkan ikut bersama mereka.
                Ketika sampai mereka langsung masuk ke goa dan menyibukkan diri mereka dengan dzikir, shalat, puasa dan yang lain. Mereka mempercayakan keuangan mereka kepada salah seorang diantara mereka yang bernama Tamlikha, ialah yang bertugas belanja dan mencari informasi yang ada di kota. Ketika mendapat informasi bahwa dikyanus telah kembali dali perjalanannya mereka merasa takut dan mulai memperbanyak dzikir dan doa aga mereka dilindungi darinya.
Tatkala mereka hanyut dam doa dan dzikir mereka Allah menidurkan mereka berikut anjing yang ikut bersama mereka. Dikyanus kehikangan mereka, iapun mencari dan akhirnya menemukan mereka. Tetapi ketika berada di mulut goa ia bingung apa yang akan ia lakukan terhadap mereka. Ia mempunyai inisiatif untuk menutup goa dengan suatu bangunan agar mereka tidak dapat keluar seraya berkata : “Biarkan mereka mati kelaparaan dan kehausan di dalam sana !” ia menyangka bahwa mereka masih dalam keadaan terjaga.
Kemudian, dua lelaki mukmin yang tinggal di istana dan telah lama menyembunyikan keimanan mereka mulai menulis kisah tentang para pemuda itu, mereka menulis kapan ketiadaan mereka, jumlah, nasab, dan agama mereka, lalu ia letakkan pada sebuah kotak yang ia letakkan di dalam bangunan yang digunakan untuk menutup goa, ia berkata : “semoga Allah memunculkan sekelompok orang mukmin sebelum terjadinya kiamat, agar mereka tahu tentang para pemuda itu dari tulisan ini.”
Raja Dikyanus mati, dan berlalulah beberapa generasi hingga kota tersebut di kuasai seorang yang shalih yang bernama pitrus. Ketika manusia ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menentangnya ia berdo'a kepada Allah : "Ya Allah, engkau lebih mengetahui tentang apa yang terjadi sekarang ini, berikanlah sebuah bukti yang menjelaskan kepada mereka tentang adanya hari kiamat dan hari kebangkitan."
                Allah SWT menggerakkan hati salah seorang penduduk daerah itu untuk merobohkan dan menghancurkan bangunan yang di gunakan untuk menutupi goa. Ketika goa terbuka ia mendapati mereka dalam keadaan seperti tidak terjadi apapun, Allah menjaga jasad mereka tetap utuh dengan cara membolak-bailkkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri sehingga tanah tidak dapat menghancurkan jasad mereka. Ada yang mengatakan bahwa Allah membalikkan tubuh mereka setahun sekali yaitu di hari 'Asyura', ada yang berpendapat dua kali. Yang membalikkan ytubuh mereka adalah Allah SWT, ada yang mengatakan malaikat yang di utus oleh Allah.
Orang-orang berkata : "Wahai manusia, mungkin ini adalah bukti yang dikirim oleh Allah SWT." Lalu mereka mengutus dua orang terkemuka di daerah tersebut untuk menuju goa, merekapun menemukan sebuah kotak pada reruntuhan bangunan itu. Ketika mereka membuka dan membaca surat yang terdapat di dalamnya mereka merasa heran dan takjub. Seketika mereka menyampaikan berita itu kepada raja Pitrus. Ia pun mendatangi para pemuda yang berada di goa.
                Terjadilah dialog antara mereka. Setelah itu Allah SWT mematikan mereka (selama tiga ratus tahun menurut hitungan Syamsiyah, tiga ratus lebih Sembilan tahun munurut hitungan Qamariyah), pitrus memerintahkan agar masing-masing dari pemuda itu di kubur di peti yang terbuat dari perak, ketika pitrus tertidur ia di datangi oleh para pemuda itu dalam tidurnya, mereka berkata : "kami tidak tercipta dari emas ataupun perak, tetapi kami tercipta dari tanah dan kita akan kembali ke tanah, maka biarkan kami berada di goa itu. Akhirnya  mereka dikembalikan ke goa.
Nama-nama Ashabul Kahfi :
1. Mukaslamina
2. Tamlikha
3. Martunus
4. Nainus
5. Sarwilus
6. Dunuwanis
7. Valestatiunus
8. Seekor anjing (Qithmir).
                Sebagian ulama' berkata : "Ajarilah putra putri kalian nama-nama Ashabul Kahfi, karena jika nama tersebeut di tulis di pintu rumah niscaya rumah itu aman dari kebakaran, jika di letakkan pada barang-barang maka aman dari pencurian.
                Ibn 'Abbas berkata : "Diantara keistimewaan nama Ashabul kahfi adalah ia memiliki Sembilan manfaat :
1. agar permohonan di kabulkan.
2. pelarian diri.
3. Meredakan api (nama itu di tulis di kain lalu di lemparkan ke tengah api yang berkobar, maka  dengan izin Allah api itu akan padam).
4. Mendiamkan anak yang menangis, menyembuhkan demamnya.
5. Pusing ( caranya : nama tersebeut diikatkan pada lengan sebelah kanan).
6. Berkendara di daratan maupun di lautan.
7. Menjagaharta.
8. Mencerdaskan otak.
9. Ampunan bagi para pelaku dosa.

(posted By ORSAL AL KHAIRIYAH)

Senin, 08 Januari 2018

PERLAKUAN MURID-MURID IMAM IBNU TAYYMIYAH

SEKILAS TENTANG JENAZAH IBNU TAIMIYAH
Dan Kondisi Para Pengikut, Murid Dan Pecintanya Dihari Kewafatan Beliau Dan Tatkala Keranda Beliau Digotong Keluar Dan Setelah Proses Pemakaman Dan Setelahnya


                Murid beliau (ibn taimiyah) yaitu al hafidz ibnu katsir berkata dalam kutupan beliau dari salah satu murid ibnu taimiyah yang lain yaitu Ilmuddin Al-Barzali dalam kitab tarikhnya :

“Dan segolongan orang duduk mengerumuninya (jenazah ) sebelum proses pemandian dilakukan. Mereka membaca al-qur’an dan mengambil barokah dengan melihat jenazah beliau dan menciumnya, Kemudian mereka semua pergi, setelah itu golongan kaum wanita datang dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan kaum pria, dan merekapun pergi.
               
                Kemudian di gotong keranda beliau untuk disholati, maka tempat itupun semaki tambah sempit dan suara isak tangis dan ratapan semakin menjadi. Pujian dan do’a bagi beliau terdengar dari suara-suara tersebut, orang-orang melemparkan sapu tangan, sorban dan kain-kaun kearah keranda beliau, sandal-sandal, bakiak semua lepas dari kaki mereka dan, sapu tangan sorbanpun berjatuhan tapi mereka tidak sedikitpun menghiraukan semua itu karena fokusnya pandangan mereka ke arah jenazah beliau...........sampai ucapan beliau (ibnu katsir) : setelah jenazah selesai disholatkan, maka dibawalah jenazah beliau menuju pemakaman para sufi.

                Banyak dari kalangan wanita yang hadir, jika di kira-kirakan sekitar 15000 orang . adapun kaum pria sekitar 60 sampai 100 ribu , sampai bahkan 200.000 orang  diantara mereka ada yang meminum air bekas beliau dimandikan , ada lagi yang membagi daun bidara yang digunakan ketika proses pemandian beliau, dan bahkan kain yang dicampur air raksa yang dikalungkan pada leher beliau (untuk menghilangkan penyakit kutu) dijual dengan harga 150 dirham, ada juga yang mengatakan sonkok yang beliau kenakan di beli seharga 500 dirham.

                Dan banyak sekali tangisan dan ratapan terhadap jenazah beliau , dan orang-orang silih berganti menziarahi makam beliau dan menginap di sana, banyak orang bermimpi indah tentang beliau , dan sebagian orang ada yang meratapi beliau guban-gibahan syair”   


Referensi: ( Kitab “Bidayah Wa Nihayah” karya Al-Hafidz Ibnu Katsir jilid XIV/ hal. 141-142. Darul kutub ilmiyah,beirut,1407H/1987M 

Minggu, 07 Januari 2018

Tempat Kegemaran Syetan

Kajian Jami' shogir.-jalsah Ahad Al Kisa

PASAR ADALAH TEMPAT SYETAN

ان الشياطين تغدوا بريتها الي الاسواق فيدختون مع اول دخل ويخرجون مع اخر خارج

“ sesungguhnya para syetan pergi pagi-pagi dengan bendera-benderanya ke pasar, mereka masuk bersama orang yang paling awal masuk pasar dan mereka keluar bersama orang yang paling akhir keluar dari pasar.” (al hadits)

Syetan akan berangkat pagi-pagi dari tempat bermalamnyamenuju pasar, dan mereka masuk berberengan dengan orang yang paling pertama masuk pasar.

Memangnya syetan bermalam di mana? Sebagaimana sabda NABI SAW bahwasanya syetan itu bermalam di hidung –hidung manusia :

اذا استيقظ أحدكم من نومه فتوضأ فتيستنشق ثلاث مرات فان ااشيطان يبيت خيا شيمه

“jika seorang dari kalian bangun dari tidurn maka hendaklah ia berwudhu, kemudian hiruplah air kedalam hidung dan keluarkan  secara 3 X karena syetan bermalam di dalam hidungya.”

Mereka para syetan akan bangu pagi-pagi dan akan masuk pasar bersama orang yang pertama masuk pasar, maka janganlah menyamakan diri kita dengan syetan karena orang yang pagi-pagi sudah ke pasar makaia jauh beda dengan syetan.

Kita boleh masuk ke pasar tapi hanya seperlunya saja, jangan habiska waktu kita di dalam pasar . nabi saw juga masuk pasar tetapi nabi tidak berlama-lama berada di dalam pasar  , karena pasar adalah tempat yang kotor dan tempat yang paling di benci oleh allah swt, sebagaimana nabi bersabda :

احب البقاع الى الله مساجدها وابغض البقاع الى الله اواقها

“tempat yang paling dicinta/disuka oleh allah  swt adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh allah adalah pasar.”

Allah subhanahu wata’ala membanci pasar, karena pasar tempat orang melakukan manipulasi, berbohong, menhurangi timbangan dan sumpah palsu serta tempat terjadinya tindakan-tindakan yang dibenci oleh allah sbhanahu wata’ala. Sedangkan masjid ialah tempat berdzikir, berdo’a, minta ampun, beristigfar dan apa-apa yang disukai oleh allah subhanahu wata’ala.


Dari situlah syetan menyukai pasar dan mereka tidak akan keluar dari pasar sebelum orang-orang yang berada di pasar keluar. Karena syetan memanas-manasi orang yang berada di pasar untuk bertindak tindakan yang di larang oleh syari’at.



Jumat, 05 Januari 2018

DOKUMENTASI PP ALKHAIRIYAH

Keutamaan Akhlaq Baik- Kajian Jami' Shogir

Kajian Jami' Shogir, Jalsah Ahad Oleh Habib Miqdad Baharun


"اِنَّ النَّاسَ لَمْ يُعْطُوا شَيْئًا خَيْرًا مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ"
“Sesungguhnya manusia tidaklah diberi sesuatu yang lebih baik dari perangai baik”

            Perangai yang baik dapat mengangkat seseorang mencapai derajat orang-orang sholeh baik di dunia atau di akhirat. Imam al-Gghazali berkata, “Tidak ada jalan menuju kebahagiaan akhirat kecuali iman dan perangai yang baik, manusia tidak akan mendapat apa-apa kecuali yang sudah diusahakannya. Dan di akhirat, seseorang tidak akan mendapat apa-apa kecuali apa yang mereka telah siapkan dari dunia. Bekal untuk akhirat yang lebih afdhol  setelah iman adalah perangai yang baik. Dengan sifat tersebut pula seseorang akan mendapat kebaikan dunia dan akhirat”.
            Sebagian ahli hikmah berkata : “orang yang baik perangainya adalah ketenangan bagi dirinya sendiri, dan masyarakat sekitarnya tidak akan merasa terganggu. Sebaliknya orang yang perangainya buruk, jiwanya berada dalam keadaan tertekan dan orang-orang yang disekitarnya akan merasa terganggu”.
            Sebagian ahli hikmah berkata, “pergaulilah keluargamu dengan akhlak yang baik. Orang yang berperangai baik akan banyak memiliki teman dan sedikit musuh. Karenanya akan mudah mengatasi kesulitan dan akan banyak yang memberikan. Begitu juga hati orang yang membencinya akan luluh dibuatnya”. Sebagian ahli hikmah berkata, “dalam keluasan budi pekerti terdapat simpanan rezeki”. Imam al-Mawardi berkata : “perangai yang baik itu memiliki beberapa tanda :
  1. wataknya baik
  2. tawadhu
  3. murah senyum
  4. tidak mudah marah
  5. tutur katanya baik

(faidul qadir. Hal : 508 cetakan DKI)



إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ مَجْبَنَةٌ
Sesungguhnya anak itu tempat kepelitan dan kekhawatiran


            Seorang anak dapat menjerumuskan kedua orang tuanya kepada sifat pelit dan mengajak mereka berdua sampai pelit dengan hartanya.

Kamis, 04 Januari 2018

Artikel Surat Al Ikhlas

SURAT AL-IKHLAS (MEMURNIKAN KE ESAAN ALLAH)

MUQADDIMAH
                Surat ini terdiri atas 4 ayat, tergolong surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah An Naas. Dinamakan “Al Ikhlas” karena surat ini sepenuhnya menegaskan ke esaan Allah s.w.t.
بسم الله الرحمن الرحيم
قٌلُ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (1) اللهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ (3)  وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
Artinya :
1.       Katanlah: “Dialah Allah, yang maha Esa,
2.       Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3.       Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan,
4.       dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia.
Pokok-pokok isinya :
Penegasan tentang kemurnian ke esaan Allah swt. dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.
Hubungan surat al-Ikhlas dengan surat sebelumnya (surat Al-Lahab)
                Surat al-Lahab mengisyaratkan bahwa kemusyrikan itu tidak dapat dipertahankan dan tidak akan menang walaupun pendukung-pendukungnya bekerja keras. Surat al-Ikhlas mengemukakan bahwa tauhid dalam islam adalah tauhid yang semurni-murninya, dan penolakan terhadap keyakinan para penyembah berhala. Surat ini juga diturunkan sebagai penghibur untuk Nabi Muhammad saw, dan sebagai pemberitahuan bahwa orang yang tersambung dengan Allah swt tidak akan bertawakkal kecuali kepada-Nya dan tidak akan ada hal-hal menyedihkan yang akan menimpanya.
                Surat al-Ikhlas juga memiliki banyak nama, karena segala sesuatu yang namanya banyak menunjukan atas mulianya sesuatu tersebut.  Bahkan sebagian ulama ada yang mengemukakan sampai 20 nama, diantaranya :
  1.    .  Al-Ikhlas                               11. Al-mu’awwidzah
  2.      At-Tanziil                             12. Al-Shomad
  3. .     At-Tajriid                             13. Al-Asaas
  4.       At-Tauhiid                           14. Al-Maani’ah
  5.        An-Najaah                          15. Surah Al-Mukhtashor
  6.        Al-Wilaayah                        16. Al-Munaffiroh
  7.        An-Nisbah                           17. Surah Al-Barooah
  8.        Al-Ma’rifah                         18. Al-Mudzakkiroh
  9.        Al-jamaal                             19. An-Nuur
  10. 10.   Al-Muqosyqisyah             20. Surah Al-Insaan



Asbab nuzul
Disebutkan bahwa sebab turunnya (asbab nuzul) surat ini adalah, ketika Rasulullah sallallahu ‘alihi wasallam ditanya tentang sifat-sifat Tuhannya. Maka Allah langsung jawab lewat wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah saw.
Fadhilah surat Al-Ikhlas
Banyak hadits yang menjelaskan tentang fadhilah surat al-Ikhlas, diantaranya sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya, “Siapapun yang hendak ingin tidur di atas kasurnya maka hendaklah ia tidur dalam keadaan miring kesebelah kanan lalu ia membaca (قل هو الله أحد) sebanyak 100x, maka jika hari kiamat tiba Allah berfirman kepadanya, “Wahai hamba-Ku masuklah ke dalam surga dengan bagian kananmu”
Dan diantaranya juga sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang membaca (قل هو الله أحد) 50x, maka telah diampuni baginya dosa selama 50 tahun”.
Kemudian sabda Beliau sallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang membaca (قل هو الله أحد) 10x, maka akan dibangun untuknya sebuah istana di surga”. Lalu sayyidina Umar ibn al-Khattab bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau begitu istana kami akan menjadi banyak?” kemudian Beliau menjawab, “Akan lebih banyak dari pada itu”.
Sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang membaca  (قل هو الله أحد) ketika dalam sakit yang menyebabkan ia meninggal, maka ia tidak akan mendapat fitnah didalam kuburnya, dan aman dari himpitan kubur. Kemudian ia akan dibawa oleh para malaikat dengan tangan-tangannya dan mengantarkannya menuju surga”.
Kemudian sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang membaca (قل هو الله أحد) ketika ia akan masuk kerumahnya, maka kefakiran akan menghilang dari penghuni rumah tersebut dan dari para tetangganya”.
Sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang membaca (قل هو الله أحد) sebanyak 1x, ia akan diberkahi. Dan barang siapa yang membacanya 2x, ia dan keluarganya akan diberkahi. Barang siapa yang membacanya 3x, ia akan diberkahi serta seluruh tetangganya. Barang siapa yang membacanya 12x, Allah akan membangun untuknya 12 istana didalam surga. Dan jika ia membacanya 100x, Allah hapus dosa-dosanya selama 50 tahun selain darah darah dan harta. Dan jika ia membacanya 200x, maka Allah hapus dosa-dosanya selama 100 tahun. Dan jika ia membacanya 1000x, maka ia tidak akan meninggal sampai ia meliat atau diperlihatkan kedudukannya di surga”.



Penerimaan Santri Baru PP putra Al-Khairiyah


Contact Person Pendaftaran

Contac Person Pendaftaran Tahun 2019/2020 Untuk lebih lengkap Kunjungi link    http://www.ponpesalkhairiyah.com/